Warga Desa Jasem Mojokerto Terdapak Berbagai Penyakit Akibat Limbah Debu PT. Wilmar Yang Berterbangan.

Warga Desa Jasem Mojokerto Terdapak Berbagai Penyakit Akibat Limbah Debu PT. Wilmar Yang Berterbangan.

Maria Susanti menunjukan berkas pengaduan pencemaran lingkungan.(Foto:Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Mojokerto (Tunasnews.com) – Warga Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, mengeluhkan dampak oprasional pabrik penggilingan padi yang berdekatan dengan pemukiman warga. Debu dari limbah pabrik bertebangan masuk ke dalam rumah mengakibatkan gatal-gatal. Serta properti didaerah Jasem nilainya menurun.

“Dampaknya kekesehatan juga. properti didaerah jasem nilainya menurun dan kepertanian juga. Untuk hasil pertanian sangat merugi sekali, akibat dampak dari PT. Wilmar debu,bau dan lain sebagainya,” kata Maria Susanti (38) warga saat berada di Dinas Lingkungan Hidup Mojokerto, Rabu (30/4/2025).

“Gatal, batuk ,sesak nafas, karana jaraknya PT. Wilmar dan rumah warga inikan sangat berdekatan,” tambahnya.

Pabrik pegilingan padi (PT. Wilmar) ini tertetak di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya, warga sudah berupaya memberi peringatan kepada Pabrik tersebut akan tetapi tidak ada tanggapan.

“Kita sudah melayangkan peringatan ke Pabrik pada 7 Maret 2025. Cuman belum ada tanggapan dari PT. Wilmarnya,” ujar Maria.

Karna tidak ada tanggapan, Warga memutuskan mendatangi Dinas Lingkungan Hidup untuk mencari solusi terkait kerasahan yang tarjadi.

“Kami datang kesini untuk mencari solusinya seperti apa, sehingga kita tidak dirugikan lagi sama PT. Wilmarnya itu,” papar Maria kepada wartawan.

Maria juga berharap agar lingkungan yang ditempatinya kembali seperti dulu yang asri dan tidak ada polusi.

“Yang kita mau, warga itu kembalikan Jasem seperti dulu, yang asri,indah gak ada debu dan bau libah itu saja,” harapnya.

Kantor Dinas Lingkungan Kabupaten Mojokerto. (Foto:Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zaqqi menanggapi atas laporan warga akan menindak lanjuti peristiwa tersebut.

“Jadi beliau-beliau tadi kesini tadi itu yang pertama ingin cerita. Yang kedua ingin menyampingkan tembusan solmasi keduanya,” ujarnya.

“Segera kita tindak lanjuti ,” imbuhnya. (tif)