Tiga Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan Brutal di Mojokerto

Detik-detik aksi pengeroyokan terekam CCTV dilokasi (Istimewa)

MOJOKERTO, Tunasnews.com — Suasana dini hari pascapergantian tahun di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, mendadak mencekam. Tiga pemuda menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Korban diketahui berinisial N, warga Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, bersama dua rekannya berinisial A dan M. Saat kejadian, ketiganya berboncengan menggunakan sepeda motor matik dari arah Rolak Songo menuju Kota Mojokerto. Namun, setibanya di sebelah timur SMK Raden Patah, mereka tiba-tiba dicegat oleh sekelompok pemuda.

Tanpa banyak bicara, lebih dari lima orang berpakaian serba hitam langsung menyerang ketiga korban. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi membuat para korban terjatuh dari sepeda motor dan tidak berdaya. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.

“Saya tahunya setelah mendengar keramaian di depan rumah,” ujar Tirta Khoirul, salah seorang warga setempat.

Aksi pengeroyokan itu terekam kamera CCTV milik warga. Dalam rekaman tersebut, para korban terlihat tidak melakukan perlawanan dan sempat berteriak meminta ampun, namun para pelaku tetap melancarkan serangan.

“Katanya mereka tidak saling kenal,” ujar seorang warga perempuan berusia 18 tahun.

Warga yang masih terjaga kemudian berdatangan dan berusaha melerai. Setelah melakukan aksinya, kelompok pelaku yang datang menggunakan dua sepeda motor langsung melarikan diri ke arah Rolak Songo.

“Kelompok yang berpakaian hitam itu kondisinya diduga dalam pengaruh minuman keras,” tambah Tirta.

Akibat kejadian tersebut, korban berinisial N mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan punggung sehingga harus menjalani perawatan medis di RSI Sakinah Mojokerto. Sementara dua korban lainnya hanya mengalami luka ringan.

Hingga saat ini, motif pengeroyokan masih belum diketahui secara pasti. Menurut keterangan warga, peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan petugas sempat mendatangi lokasi kejadian.

“Sepertinya korban sudah melapor. Kemarin juga ada polisi yang datang ke sini,” ungkap Tirta.

Sementara itu, Kapolsek Magersari Kompol Amat mengatakan pihaknya telah memantau kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Magersari.

“Untuk laporan sejauh ini belum ada yang masuk ke polsek. Kemungkinan laporan langsung ke Polres,” ujarnya.

(Adm/tif)