Menutup 2025, Pemkab Mojokerto Resmikan Lima Jembatan Strategis

Gus Barra Menyambut para tamu undangan (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

MOJOKERTO, Tunasnews.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menutup akhir tahun 2025 dengan meresmikan lima jembatan strategis yang dinilai vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat. Peresmian dipusatkan di Jembatan Lebaksono, Kecamatan Pungging, dan dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra), Senin (29/12/2025).

Lima jembatan yang telah rampung dibangun tersebut meliputi Jembatan Lebaksono, Jembatan Jurang III, Jembatan Talunbrak, Jembatan Buntut II, dan Jembatan Swideng. Seluruh jembatan kini hadir dengan konstruksi yang lebih lebar, lebih panjang, serta lebih kokoh dibandingkan bangunan sebelumnya.

Bupati Mojokerto Gus Barra menegaskan, pembangunan infrastruktur jembatan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang infrastruktur dasar.

“Pembangunan lima jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto, memperlancar akses, memudahkan aktivitas warga, serta meningkatkan produktivitas,” ujar Gus Barra.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Barra juga meninjau langsung kondisi Jembatan Lebaksono. Ia mengaku terkesan dengan kualitas bangunan yang dinilai jauh lebih kuat dibandingkan jembatan lama yang dibangun pada era proyek Inpres tahun 1980-an.

“Struktur bangunannya sangat kokoh. Jembatan ini dibangun sekitar tahun 1980-an, dan setelah hampir 46 tahun akhirnya dapat dibangun kembali,” ungkapnya.

Menurut Gus Barra, keberhasilan pembangunan infrastruktur tersebut tidak terlepas dari dukungan lintas sektor, termasuk Forkopimda, Kepolisian, dan Kejaksaan. Ia juga meminta Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto untuk terus menjaga kualitas pekerjaan ke depan.

“Jangan sampai mengecewakan masyarakat. Ke depan, kualitas, mutu, serta proses pengerjaan harus terus dimonitor,” tegasnya.

Gus Barra menandatangani lima prasasti saat seremonial peresmian 5 jembatan baru secara simbolis (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Anik Mutammima Kurniawati, menjelaskan bahwa empat jembatan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Mojokerto, sedangkan satu jembatan, yakni Jembatan Talunbrak, bersumber dari anggaran pemerintah pusat melalui BNPB.

“Seluruh jembatan yang dibangun pada tahun 2025 memiliki lebar antara 6 hingga 8 meter, dengan total panjang mencapai 155 meter. Khusus Jembatan Lebaksono, anggaran yang digunakan sekitar Rp9,6 miliar,” jelas Anik.

Ia merinci, Jembatan Lebaksono yang sebelumnya memiliki lebar 5 meter dan bentang 48 meter, kini diperlebar menjadi 7 meter dengan bentang 60 meter menggunakan konstruksi rangka baja. Jembatan tersebut berfungsi menghubungkan akses masyarakat Kecamatan Mojosari, Pungging, dan Trawas.

Anik juga menyebutkan peningkatan signifikan pada Jembatan Jurang III di Kecamatan Ngoro yang kini memiliki lebar 7,6 meter dan bentang 12 meter, sebagai akses penghubung Mojosari, Pungging, dan Ngoro menuju kawasan industri NIP.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya, menambahkan bahwa Jembatan Buntut II di Kecamatan Bangsal kini berfungsi menghubungkan Desa Ngrowo, Kecamatan Sooko, dengan Desa Tinggarbuntut.

Selain itu, Jembatan Talunbrak di Kecamatan Dawarblandong mengalami transformasi total dengan konstruksi rangka baja serta dilengkapi trotoar di kedua sisi. Sedangkan Jembatan Swideng di Kecamatan Trowulan yang sebelumnya sempit kini menjadi akses lalu lintas yang lebih representatif.

“Jembatan Swideng menjadi penghubung penting antara Kecamatan Trowulan dan Kecamatan Sooko,” pungkas Henri.

(adm/tif)