
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Jembatan penghubung antara Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo yang berada di Dusun Turi, Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, kini menjadi sorotan publik. Jembatan yang dibangun sejak 1991 tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan selama puluhan tahun belum pernah mendapatkan perbaikan permanen.
Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada struktur kayu penyangga jembatan yang telah lapuk akibat dimakan rayap. Demi mencegah kecelakaan, warga setempat terpaksa melakukan penanganan darurat secara swadaya dengan memasang pelat besi di sejumlah bagian jembatan. Namun, seiring waktu, pelat besi tersebut justru berkarat, berlubang, bahkan sebagian terlepas sehingga menyisakan ujung tajam yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Padahal, jembatan Turi bukan sekadar akses lingkungan desa. Setiap hari, jembatan ini digunakan sebagai jalur alternatif utama yang menghubungkan Mojokerto dan Sidoarjo. Aktivitas masyarakat seperti pekerja, pelajar, hingga pedagang sangat bergantung pada akses tersebut, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
“Kami lewat sini tiap hari. Kalau sedang ramai, rasanya ngeri. Pelat besinya sudah mulai lepas dan tajam. Takut kalau tiba-tiba ada yang jatuh,” ujar salah seorang warga Dusun Turi.
Di tengah keresahan warga, Pemerintah Kabupaten Mojokerto akhirnya turun langsung ke lokasi. Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, bersama jajaran terkait, diketahui telah melakukan peninjauan kondisi jembatan beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut menjadi sinyal awal adanya respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat.
Meski demikian, warga berharap langkah pemerintah tidak berhenti pada peninjauan semata. Mereka menilai kondisi jembatan saat ini masih sangat berisiko karena tetap digunakan setiap hari oleh masyarakat.
“Alhamdulillah sudah dicek bupati. Tapi kami berharap segera ada tindakan nyata. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru dibangun,” kata warga lainnya.
Kini, masyarakat Dusun Turi berharap rencana perbaikan benar-benar direalisasikan. Bagi mereka, jembatan Turi bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi penghubung dua wilayah yang tidak seharusnya dibiarkan rapuh oleh waktu dan kelalaian.
(Adm/tif)
