
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Ngoro Industrial Park (NIP) atau NIP Ngoro menjadi salah satu kawasan industri terbesar dan paling strategis di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Berlokasi di Kecamatan Ngoro, kawasan ini telah lama berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan luas mencapai ratusan hektare, NIP Ngoro menampung berbagai perusahaan nasional hingga multinasional dari beragam sektor industri. Mulai dari manufaktur, makanan dan minuman, farmasi, kimia, otomotif, hingga industri pendukung ekspor. Keberadaan kawasan ini menjadikan Mojokerto sebagai salah satu tujuan investasi penting di Jawa Timur.
Secara geografis, NIP Ngoro memiliki keunggulan karena berada di jalur strategis Surabaya–Jombang serta relatif dekat dengan pelabuhan dan pusat logistik di kawasan Gerbangkertosusila. Didukung akses jalan dan infrastruktur yang memadai, kawasan ini menjadi daya tarik utama bagi investor.

Dampak ekonomi NIB Ngoro juga dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Ribuan tenaga kerja lokal terserap di berbagai perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan industri. Selain itu, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor jasa, serta kawasan permukiman turut berkembang sebagai efek turunan aktivitas industri.
Namun, pesatnya perkembangan kawasan industri ini juga diiringi sejumlah tantangan. Isu pengelolaan limbah industri, peningkatan lalu lintas kendaraan berat, serta keseimbangan antara industrialisasi dan kelestarian lingkungan menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah bersama pengelola kawasan dan pelaku industri dituntut memastikan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk pengelolaan lingkungan dan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menempatkan NIP Ngoro sebagai aset strategis daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta penciptaan lapangan kerja. Pengawasan, pembinaan industri, dan sinergi dengan masyarakat sekitar terus dilakukan agar aktivitas industri berjalan secara berkelanjutan.
Ke depan, NIB Ngoro diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung industri di Mojokerto. Dengan penguatan regulasi, peningkatan infrastruktur, serta komitmen terhadap praktik industri ramah lingkungan, kawasan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sosial serta ekologis.
(adm/tif)
