Tunasnews.com – Surabaya Kepolisian Daerah Jawa Timur mencatat kerugian akibat aksi demo anarkis di sejumlah wilayah mencapai Rp256 miliar. Aksi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiel, tetapi juga menyebabkan korban luka.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan dana sebesar itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat. Ia mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
“Sayang sekali, seharusnya dana sebesar itu bisa digunakan untuk hal yang lebih baik. Karena itu, saya imbau masyarakat bijak menggunakan teknologi dan media sosial, jangan mudah terprovokasi,” ujar Nanang di Surabaya, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, sebagian korban luka sudah pulih, sementara lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Polisi pun telah mengamankan sejumlah pelaku di beberapa kota, di antaranya Sidoarjo, Malang, Jember, dan Kediri.

Nanang menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku, termasuk dalang di balik kerusuhan.
“Kami akan kejar sampai sejauh manapun karena jejak elektronik tidak bisa dihilangkan. Semua bukti akan kami kumpulkan untuk menindak tegas otak atau pelaku di balik peristiwa ini,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas Jawa Timur agar kejadian serupa tidak terulang.
“Mari kita bergandengan tangan, menjaga keamanan, dan memikirkan dampak positif maupun negatif dari setiap tindakan. Apalagi ini menyangkut nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa berujung ricuh terjadi di beberapa kota di Jawa Timur. Gedung Negara Grahadi Surabaya di Jalan Gubernur Suryo bahkan dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) malam.
