
Mojokerto (Tunasnews.com) – Rest Area Gunung Gedangan Kecamatan Magersari, telihat sepi pengujung. Dari keterangan Ketua paguyuban dipasar seni Agus (55), salah satu faktor Rest Area ini sepi dikarenakan bau CV Bumi Indo yang tidak sedap.
Rest Area ini diresmikan pada Juni 2021. Bangunan dengan luas sekitar 6.800 persegi dan menelan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar rupiah ini terlihat sedikit mangkrak.
Pada Selasa, (03/06/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Wartawan Tunasnews.com menemui Agus (53) selaku ketua paguyuban dipasar seni yang berada dirast area tersebut.
Agus memaparkan, dulu pas waktu pembukaan rest area ini ramai. Dan semua stand yang berada di rest area tersebut full.
“Dari kesaksian teman-teman awal memang ramai,” ujarnya.
“Ketika diresmikan semua stand disini full, cuman setalah itu saya tidak tau perkembangannya. Karana saya menetap di stand ini dari tahun 2023 akhir,” imbuhnya.

Dari padangan mata wartawan Tunasnews.com dilokasi. Kondisi rest area itu terlihat sepi dan kumuh.
Agus juga memaparkan, ketika menetap di stand yang berada di rest area, keadaan sudah sepi.
“Pada tahun 2023 akhir, ketika saya menetap disini, kondisinya sudah sepi,” paparnya.
Agus juga mengatakan, stand di lokasi tersebut tidak dipungut biaya. Tapi salah satu faktor kenapa rest area tersebut sepi dan sedikit peminat. Dikaranakan aroma CV Bumi Indo yang tidak sedap.
“Stand ini tidak bayar, tapi kenapa disini sepi, kemungkinan karna aroma dari CV Bumi Indo yang sangat menggangu,” tuturnya.
CV Bumi Indo sendiri, barada di Jalan Tirta Suam No.1, Mergelo, Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Jarak pabrik tersebut dari rest area sekitar 200 meteran.
Ria (48), penjaga warung kopi di stand rest area tersebut juga membenarkan adanya bau yang tak sedap dari pabrik tersebut.
Ia memaparakan efek dari bau itu bisa mengakibatkan, mual, kepala pusing hingga muntah-muntah.
“Yang ndak tahan baunya, bisa kepalanya jadi pusing, bisa juga muntah-muntah,” ucapnya.
Agus sendiri menduga, itu salah satu efek kenapa rest area gunung gedang amatlah sepi pengujung.
Bisa jadi, daya tarik orang kesini sangat rendah, karna bau itu tadi,” ujarnya.
Agus sendiri berharap, agar bau itu tidak muncul. Karna kalau aroma busuk dari pabrik itu muncul, sangat menggangu kenyaman para penjaga stand di rest area tersebut.
“Harapan saya ya, aroma itu tidak muncul ditempat ini, biar tidak menggangu kami,” tuturnya. (tif)
