
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa anak-anak maupun masyarakat yang mengalami gejala mual, muntah, dan demam setelah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat langsung menuju rumah sakit tanpa dipungut biaya. Penegasan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi apabila kejadian serupa kembali terjadi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, mengatakan masyarakat tidak perlu ragu mencari pertolongan medis sejak dini apabila mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan MBG.
“Ketika ada anak-anak atau masyarakat menerima MBG dalam kondisi dicurigai keracunan, mual, muntah, dan demam, silakan langsung menuju rumah sakit tanpa ada biaya,” tegas Dyan.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menangani ratusan siswa dan santri yang mengalami gangguan kesehatan di wilayah Kecamatan Kutorejo. Untuk mempermudah pelayanan medis dan pemantauan pasien, penanganan dipusatkan di satu lokasi.
“Untuk penanganan, sekitar 152 pasien kami tangani dan penanganan kami pusatkan di Pondok Pesantren Mahad An Nur untuk memudahkan proses layanan kesehatan,” ujarnya.
Sebelumnya, ratusan siswa dan santri dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Kutorejo dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga muncul setelah mengonsumsi paket MBG. Mereka berasal dari sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, MTs dan MA Ponpes Mahad An Nur Desa Singowangi, serta SMPN 2 Kutorejo.

Para korban mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Kutorejo, Gondang, Pacet, Bangsal, RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari, dan RS Sumberglagah Pacet. Sebagian santri juga menjalani perawatan di lingkungan pondok pesantren.
Salah satu pendamping santri, Widya, menyebutkan jumlah pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan cukup banyak.
“Di Puskesmas Gondang ada 17 santri dan satu ustazah yang dirawat,” katanya.
Sementara itu, salah satu siswa MA Al Hidayah, Azizah, mengungkapkan keluhan mulai dirasakan secara bersamaan pada malam hari setelah pembagian MBG.
“Tiba-tiba malam itu banyak yang minta obat. Lama-lama semakin banyak yang ke kamar mandi,” ujarnya.
Ia menduga keluhan tersebut muncul setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
“Sepertinya setelah makan dari MBG,” katanya.
Azizah juga menjelaskan menu yang dikonsumsi saat itu.
“Menunya soto, ikannya bukan ayam suwir, tapi seperti ayam pada mi ayam. Awalnya mual, lalu sakit perut dan pusing,” ungkapnya.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses penelusuran. Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan maksimal serta mengimbau masyarakat segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala serupa.
(adm/tif)
