
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Ratusan siswa dan santri dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan perawatan medis pada Sabtu (10/1/2026). Kondisi tersebut diduga terjadi setelah mereka mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Para pelajar yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMP/MTs hingga SMA/MA. Mereka berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah, Desa Wododadi; MTs dan MA Pondok Pesantren Maahad Annur, Desa Singowangi; serta SMP Negeri 2 Kutorejo.
Sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Kutorejo dan sekitarnya menangani para pelajar tersebut. Mereka dirawat di Puskesmas Kutorejo, Puskesmas Gondang, Pacet, dan Bangsal, serta rumah sakit rujukan seperti RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari dan RS Sumberglagah Pacet. Sementara itu, sebagian santri lainnya masih menjalani perawatan di lingkungan pondok pesantren.
“Di Puskesmas Gondang ada 17 santri dan satu ustazah yang dirawat,” ujar Widya, ustazah pendamping santri Pondok Pesantren Al Hidayah.
Berdasarkan informasi sementara, jumlah siswa dan santri yang mengalami keluhan kesehatan diperkirakan mencapai sekitar 150 orang. Keluhan yang dialami mayoritas berupa mual, muntah, pusing, demam, hingga tubuh terasa lemas. Seluruh kasus tersebut masih dalam pemantauan ketat tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto bersama pihak rumah sakit.

Salah satu siswa MA Al Hidayah, Azizah, mengungkapkan bahwa keluhan mulai dirasakan secara bersamaan pada malam hari setelah pembagian MBG di lingkungan pondok.
“Tiba-tiba malam itu banyak yang minta obat. Semakin lama semakin banyak yang ke kamar mandi,” ujarnya.
Menurut Azizah, para siswa menduga keluhan tersebut muncul setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Ia juga menyebutkan menu yang diterima saat itu berupa soto dengan lauk daging ayam.
“Gejalanya awal mual, lalu sakit perut dan pusing,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Pihak terkait masih melakukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber kejadian.
(adm/tif)
