MOJOKERTO, Tunasnews.com — Arus kunjungan wisatawan ke kawasan pegunungan Pacet, Kabupaten Mojokerto, masih terjaga pascapergantian Tahun Baru 2026. Wana Wisata Padusan Air Panas, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, mencatat lonjakan pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, dengan puncak kunjungan terjadi tepat pada 1 Januari 2026.

Pada hari tersebut, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan pemandian air panas mencapai sekitar 4.600 orang. Kepadatan pengunjung terlihat sejak dini hari hingga sore, seiring tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk berwisata alam.
Koordinator Wana Wisata Padusan Air Panas, Heru Utomo, mengatakan lonjakan pengunjung tersebut masih dalam kondisi terkendali. Menurutnya, jumlah wisatawan mulai mengalami penurunan pada hari berikutnya.
“Alhamdulillah, saat libur Nataru khususnya malam Tahun Baru 2026, volume pengunjung masih terkendali. Dari dini hari sampai sore, pengunjung mencapai sekitar 4.600 orang. Hari ini sudah menurun, tinggal sekitar 10 persen,” ujar Heru, Jumat (2/1/2026).
Heru menjelaskan, penurunan kunjungan pascapuncak libur Tahun Baru merupakan pola yang lazim terjadi. Mulainya kembali aktivitas sekolah turut memengaruhi jumlah wisatawan. Meski demikian, pihak pengelola masih memprediksi peningkatan kunjungan pada akhir pekan.
“Mudah-mudahan puncaknya kembali terjadi besok, Sabtu atau Minggu. Harapannya bisa menyentuh angka 4.000 pengunjung seperti 1 Januari kemarin,” katanya.
Ia menambahkan, Wana Wisata Padusan menawarkan beragam pilihan wisata alam dan keluarga. Di kawasan tersebut terdapat lima kolam pemandian air panas, baik kolam umum maupun fasilitas privat seperti onsen dan jacuzzi.
Daya tarik utama Padusan terletak pada sumber air panas alami dari kaki Gunung Welirang. Sensasi berendam di tengah udara sejuk pegunungan menjadi pengalaman yang diminati wisatawan. Selain itu, kawasan ini juga menjadi titik awal jalur pendakian Gunung Pundak dan Puthuk Siwur yang populer di kalangan pencinta wisata minat khusus.

Pengembangan wahana baru juga membuat pergerakan pengunjung tidak terpusat di kolam pemandian. Sejumlah destinasi alam dan aktivitas petualangan turut disiapkan untuk memperkaya pengalaman wisata.
“Selain pemandian air panas, kami juga memiliki Air Terjun Grenjengan, Coban Canggu, serta wisata petualangan seperti arung jeram, paintball, dan airsoft gun,” ujarnya.
Tak hanya menyasar wisata alam, pengelola juga mengembangkan konsep wisata keluarga dan edukasi. Berbagai fasilitas tersedia, mulai dari Taman Kelinci, kebun stroberi, taman bunga, wahana berkuda, hingga kebun binatang mini. Untuk akomodasi, pengunjung dapat memilih glamping, cottage, maupun vila, serta menikmati kafe dan restoran yang tersedia di area wisata.
Adapun tarif tiket masuk Wana Wisata Padusan Air Panas ditetapkan sebesar Rp12.500 pada hari biasa dan Rp15.000 saat akhir pekan. Sementara tiket anak-anak dibanderol Rp10.000 pada weekday dan Rp12.500 saat weekend.
Menutup rangkaian libur Nataru, pengelola berharap situasi tetap kondusif dan wisatawan merasa nyaman selama berkunjung.
“Yang terpenting kami bersyukur karena selama liburan semuanya berjalan aman dan kondusif. Semoga ke depan kunjungan tetap ramai dan wisatawan merasa nyaman,” pungkas Heru.
(Adm/tif)
