
MOJOKERTO, TUNASNEWS.COM – Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Raden Wijaya Kota Mojokerto menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus STT Raden Wijaya, Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, tersebut dihadiri jajaran dosen serta mahasiswa baru.
Ketua STT Raden Wijaya, Dr. H. Hery Setiawan, S.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pesan penting kepada mahasiswa baru agar masa perkuliahan tidak hanya digunakan untuk mengejar nilai, ijazah, dan gelar akademik.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan tempat untuk mempersiapkan kemampuan sekaligus membangun karakter dalam menghadapi dunia kerja, dunia usaha, perkembangan teknologi, serta perubahan zaman yang semakin cepat.
Di hadapan mahasiswa baru, Hery menekankan empat modal penting yang harus mulai dibangun sejak berada di bangku kuliah, yakni Career Capital, Network, Reputation, dan Integrity.
Career Capital: Bangun Kemampuan, Bukan Sekadar Mengejar Ijazah
Hery menjelaskan, career capital merupakan akumulasi pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan pengalaman yang menjadikan seseorang memiliki nilai dalam dunia profesional.
Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik. Mereka juga perlu memiliki keterampilan nyata serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan.
“Ijazah penting, IPK juga penting. Tetapi dunia kerja akan bertanya: apa yang bisa Anda kerjakan, masalah apa yang mampu Anda selesaikan, dan nilai apa yang dapat Anda berikan?” ujarnya.
Mahasiswa pun didorong untuk memanfaatkan masa perkuliahan dengan mengikuti berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi, mulai dari organisasi, pelatihan, penelitian, magang hingga penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Network: Bangun Jaringan Sejak di Kampus
Modal kedua adalah network atau jaringan. Menurut Hery, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ilmu yang dimiliki, tetapi juga kemampuannya berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan orang lain.
Kampus menjadi tempat strategis untuk mulai membangun jaringan dengan sesama mahasiswa, dosen, alumni, dunia usaha dan industri, pemerintah maupun masyarakat.
Namun, membangun jaringan bukan sekadar memperbanyak kontak maupun pertemanan di media sosial.
“Network dibangun melalui hubungan yang sehat, saling percaya, saling membantu, dan saling memberikan manfaat,” pesannya.
Reputation: Jaga Kepercayaan dan Jejak Digital
Hery juga menekankan pentingnya reputation atau reputasi.
Menurutnya, reputasi tidak terbentuk dalam waktu singkat, tetapi dibangun dari kebiasaan dan perilaku seseorang secara konsisten.
Kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menepati janji, serta sikap terhadap orang lain akan menjadi bagian yang menentukan bagaimana seseorang dikenal dan dipercaya.
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, mahasiswa juga diminta semakin berhati-hati dalam menjaga jejak digital.
Apa yang ditulis, diunggah, dikomentari maupun disebarkan melalui media sosial dapat menjadi bagian dari reputasi seseorang di masa mendatang.
Integrity: Fondasi Utama Menjaga Kepercayaan
Modal keempat yang ditekankan adalah integrity atau integritas.
Hery menilai integritas menjadi fondasi penting yang harus dimiliki mahasiswa. Kemampuan yang tinggi, jaringan yang luas maupun reputasi yang baik akan kehilangan maknanya apabila tidak disertai kejujuran dan integritas.
“Integritas adalah kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Tetap melakukan sesuatu yang benar meskipun tidak ada orang yang melihat,” tegasnya.
Mahasiswa juga diingatkan agar tidak membiasakan diri mencari jalan pintas ataupun memperoleh prestasi melalui cara-cara yang tidak jujur.
Keberhasilan tidak semata-mata dinilai dari seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai, melainkan juga dari proses dan cara yang ditempuh untuk mencapai keberhasilan tersebut.
Persiapkan Masa Depan Sejak Menjadi Mahasiswa
Dalam penutup sambutannya, Hery merangkum empat modal tersebut sebagai bekal yang saling melengkapi dalam perjalanan mahasiswa menuju masa depan.
“Career Capital membuat Anda memiliki kemampuan. Network membuka ruang kolaborasi dan kesempatan. Reputation membuat orang percaya kepada Anda. Integrity membuat kepercayaan itu tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia berharap mahasiswa baru STT Raden Wijaya mulai mempersiapkan masa depan sejak hari pertama memasuki perguruan tinggi.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu berkembang menjadi profesional, inovator, entrepreneur, serta pemimpin yang mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah mahasiswa yang cerdas dalam ilmu, luas dalam jaringan, baik dalam reputasi, dan kokoh dalam integritas,” pungkas Hery.
Kegiatan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 tersebut sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan akademik, lingkungan kampus, serta membangun kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar STT Raden Wijaya Kota Mojokerto.
Red : ryo