
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Lorong penghubung Sunrise Mall Mojokerto I dan II disulap menjadi ruang galeri seni melalui pameran bertajuk “Merekam Peristiwa, Merawat Budaya”. Pameran yang digagas Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto (MCRJM) ini menghadirkan puluhan karya lukisan dan fotografi yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Pameran yang telah dibuka sejak 1 Juli 2026 tersebut menggelar grand opening pada Rabu (8/7/2026) dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Sebanyak 29 lukisan karya pelukis Diak Eko Purwoto dipamerkan bersama 24 karya fotografi milik Soffan Kurniawan dan Prayogi Waluyo. Selain itu, belasan foto jurnalistik bertema budaya hasil karya anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) turut melengkapi pameran tersebut.
Koordinator MCRJM, Muhammad Syafiuddin, mengatakan pameran ini merupakan bentuk kolaborasi antara pelukis, fotografer, dan insan pers untuk mengabadikan sekaligus merawat memori budaya melalui karya visual.
Menurutnya, ruang publik dipilih sebagai lokasi pameran agar pesan yang ingin disampaikan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat karya seni, tetapi juga memahami cerita dan nilai budaya yang tersimpan di balik setiap gambar maupun lukisan,” ujarnya.
Syafiuddin menilai karya visual memiliki kekuatan tersendiri dalam mendokumentasikan peristiwa dan budaya, terutama ketika kata-kata tidak lagi mampu menggambarkan makna yang mendalam.

Suasana galeri dibuat nyaman dengan pencahayaan yang menonjolkan detail setiap karya. Pengunjung dapat menikmati lukisan berukuran mulai sekitar 50 x 100 sentimeter hingga lebih dari 1,5 meter, dipadukan dengan foto-foto budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelukis Diak Eko Purwoto mengatakan pameran kali ini menjadi kali kedua dirinya memamerkan karya di Sunrise Mall Mojokerto setelah sebelumnya menggelar pameran tunggal pada tahun lalu.
Sementara itu, fotografer Soffan Kurniawan atau Sofanka berharap pameran tersebut dapat mengajak masyarakat melihat budaya sebagai bagian dari kehidupan yang terus berkembang.
“Melalui foto, kami ingin mengajak masyarakat berhenti sejenak, menikmati, lalu memahami bahwa budaya adalah sesuatu yang hidup dan terus berjalan bersama kehidupan kita,” katanya.
Sofanka selama ini dikenal aktif mendokumentasikan berbagai tradisi Nusantara, seperti Gandrung Sewu, Topeng Malang, Perang Obor, Kasada, hingga bentang alam Indonesia.
Selain menyelenggarakan pameran, MCRJM juga aktif mendukung berbagai kegiatan di Mojokerto. Salah satunya menjadi media partner dalam ajang Majapahit Run 2026 yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto pada peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.
Melalui sekitar 30 anggotanya, MCRJM turut menyediakan pusat informasi, penjualan merchandise, serta membantu promosi pelaku UMKM selama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pameran ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus pengingat bahwa setiap foto dan lukisan tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan rekam jejak sejarah, budaya, dan kehidupan yang patut dijaga untuk generasi mendatang.
red : Ryoga Pratama
