Situs Begaganlimo, Jejak Sejarah yang Tersembunyi di Hutan Gondang Mojokerto

Situs Begaganlimo, peninggalan bersejarah yang berada di tengah kawasan hutan Gondang, Mojokerto (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

MOJOKERTO, Tunasnews.com – Sebuah situs bersejarah bernama Situs Begaganlimo tersembunyi di tengah rimbunnya kawasan hutan Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Dikelilingi pepohonan besar dan semak belukar, situs ini menyimpan puluhan susunan batu yang tertata rapi dan diduga merupakan peninggalan masa lampau yang berkaitan dengan aktivitas ritual atau pemujaan.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh jalur tanah yang masih alami di tengah hutan. Di area situs terdapat sebuah bangunan sederhana beratapkan seng dengan penyangga bambu yang berfungsi melindungi salah satu susunan batu dari pengaruh cuaca. Batu-batu tersebut tersusun dalam beberapa formasi kecil menyerupai altar dan tersebar merata di dalam kawasan situs.

Keberadaan Situs Begaganlimo hingga kini masih belum banyak diketahui masyarakat luas. Namun bagi warga sekitar, situs tersebut bukanlah hal asing. Sumari, salah seorang warga setempat, mengaku kerap melintasi lokasi tersebut saat mencari rumput untuk pakan ternaknya.

“Saya sering lewat sini kalau mencari rumput. Awalnya hanya tahu ada batu-batu tua, tapi lama-lama terasa tempat ini berbeda. Suasananya lebih sepi dan adem,” ujar Sumari saat ditemui di sekitar lokasi.

Menurut Sumari, warga sekitar sepakat untuk tidak merusak maupun memindahkan batu-batu di situs tersebut karena dinilai memiliki nilai sejarah yang perlu dijaga.

Susunan batu peninggalan masa lalu di Situs Begaganlimo (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

“Orang-orang di sini sudah sepakat, batu-batu ini tidak boleh disentuh sembarangan. Ini peninggalan lama, biar tetap utuh untuk anak cucu,” tambahnya.

Meski telah diberi penanda sebagai situs cagar budaya, kondisi Situs Begaganlimo masih tergolong minim perawatan dan informasi. Akses jalan yang terbatas serta ketiadaan papan penjelasan membuat situs ini seolah tersembunyi dari perhatian publik.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, baik dalam upaya pelestarian maupun pengenalan nilai sejarah situs kepada masyarakat luas, tanpa menghilangkan keasrian alam hutan yang mengelilinginya.

(adm.tif)