
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Penemuan situs bersejarah terjadi di Dusun Gapuro, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, pada akhir September 2016. Struktur batu bata merah kuno ditemukan warga saat menggali tanah untuk pondasi pembangunan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Struktur bata yang tersusun rapi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Menindaklanjuti temuan itu, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan kajian arkeologis pada awal November 2016.
Dalam ekskavasi yang berlangsung selama tujuh hari, tim arkeolog berjumlah sembilan orang menemukan struktur purbakala yang diduga merupakan bangunan candi dari periode awal Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-12 Masehi.
Ketua tim arkeolog menyebutkan, ukuran dan karakter batu bata yang ditemukan memiliki kemiripan dengan bata penyusun candi-candi di kawasan Trowulan, yang dikenal sebagai pusat pemerintahan Majapahit pada masa lalu. Kesamaan tersebut memperkuat dugaan bahwa Situs Gapuro berkaitan erat dengan peradaban Majapahit.

Meski penelitian awal dilakukan dalam waktu terbatas akibat kendala anggaran, temuan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penelitian lanjutan. Para arkeolog menduga struktur tersebut bukan bangunan tunggal, melainkan bagian dari kompleks yang lebih luas, bahkan kemungkinan berfungsi sebagai gapura atau pintu masuk kawasan penting pada masanya.
Saat ini, Situs Gapuro tidak hanya menjadi objek penelitian arkeologi, tetapi juga mulai diperkenalkan kepada masyarakat sebagai destinasi wisata sejarah di Kabupaten Mojokerto. Keberadaannya diharapkan dapat menambah khazanah pengetahuan sejarah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian cagar budaya.
(adm/tif)
