Rumah Berdempetan dengan Jembatan Sementara, Penghasilan Warga Wonodadi Turun hingga 70 Persen

Akses kembali tersambung, namun berdampak bagi warga sekitar (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

MOJOKERTO, Tunasnews.com – Jembatan penghubung antarwilayah di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, yang menghubungkan Dusun Sumberkembar dan Dusun Wonokerto, kini kembali dapat digunakan warga. Jembatan tersebut sebelumnya roboh sehingga sempat memutus akses dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Saat ini, jembatan dibangun dalam bentuk konstruksi sementara sebagai solusi darurat sambil menunggu pembangunan permanen. Namun, keberadaan jembatan tersebut berdampak langsung pada warga di sekitarnya, salah satunya Susilo (52), pemilik rumah yang berada tepat di sisi jembatan.

Susilo mengaku telah menerima pemberitahuan dari pihak terkait sebelum pemasangan jembatan dilakukan.
“Sejak awal sudah ada konfirmasi dari pihak PUPR bahwa bangunan jembatan ini akan sangat berdekatan dengan rumah,” ujarnya.

Meski demikian, Susilo memahami bahwa pembangunan jembatan bersifat sementara dan dilakukan demi kepentingan masyarakat.

“Katanya hanya sementara, jadi tidak apa-apa demi kepentingan bersama,” katanya. Ia juga menyebut jembatan tersebut direncanakan akan dibongkar pada April 2026 untuk digantikan dengan bangunan permanen.

Namun, dampak ekonomi tetap dirasakan. Usaha kecil yang dijalani Susilo mengalami penurunan pendapatan sejak jembatan sementara berdiri.

“Saya usaha kecil-kecilan, pasti terdampak. Penjualan jadi berkurang,” tuturnya.

Ia menyebut penurunan penghasilan cukup signifikan.

“Penghasilan saya turun sekitar 70 persen,” ungkap Susilo.

Kondisi jembatan sementara penghubung Dusun Sumberkembar dan Dusun Wonokerto, Desa Wonodadi, Kabupaten Mojokerto (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎

Meski demikian, ia masih dapat menerima kondisi tersebut untuk sementara waktu. Susilo berharap, pada saat pembangunan permanen nanti, desain jembatan tidak lagi berdempetan dengan rumahnya sehingga aktivitas usaha bisa kembali berjalan normal.

“Harapannya nanti kalau sudah permanen, bangunannya tidak seperti ini dan rumah saya bisa terbuka lagi,” pungkasnya.

Pihak terkait diketahui merencanakan pembangunan jembatan permanen pada April 2026, dengan harapan akses warga semakin lancar tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

(adm/tif)