Akses Vital Pulih, Aktivitas Warga Wonodadi Kembali Normal

Jembatan bailey di Desa Wonodadi kembali difungsikan sebagai jalur penghubung antarwilayah (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎

MOJOKERTO, Tunasnews.com – Akses penghubung antarwilayah di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, kembali dapat dilalui setelah pemasangan jembatan bailey rampung. Meski bersifat sementara, jembatan darurat tersebut mampu mengembalikan kelancaran mobilitas warga yang sempat terhambat akibat putusnya jembatan utama.

Jembatan bailey itu menghubungkan Dusun Sumberkembar dan Dusun Wonokerto, jalur vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Sebelumnya, kerusakan jembatan akibat tergerus derasnya arus sungai memaksa warga menempuh jalur memutar untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.

Kondisi jembatan bailey di Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎

Putra, warga Desa Wonodadi, mengaku bersyukur atas tersambungnya kembali akses tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan bailey sangat membantu memperlancar aktivitas harian masyarakat.

“Sekarang akses sudah jauh lebih mudah. Sebelumnya harus memutar cukup jauh, kini bisa langsung melintasi jembatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemulihan akses tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap sektor pendidikan dan perekonomian warga.

“Anak-anak bisa berangkat sekolah lebih cepat, dan warga yang bekerja tidak lagi terlambat karena jalur terputus,” katanya.

Diketahui, jembatan utama di Desa Wonodadi sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat tingginya debit air sungai. Upaya pembangunan jembatan darurat sempat dilakukan, namun kembali ambruk karena kondisi cuaca ekstrem, sehingga warga harus bertahan dengan keterbatasan akses dalam waktu cukup lama.

Kini, setelah jembatan bailey dapat digunakan, aktivitas masyarakat mulai berangsur normal. Warga berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan agar akses penghubung tersebut lebih aman dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Jika nantinya dibangun jembatan permanen, warga tentu akan lebih tenang dan aktivitas bisa berjalan lancar tanpa khawatir akses terputus kembali,” pungkas Putra.

(adm/tif)