Program Makan Bergizi Disorot, 152 Pelajar Mojokerto Diduga Keracunan, Dapur SPPG Ditutup Sementara

Sejumlah santri menjalani perawatan dengan infus di lingkungan pondok (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎‎

MOJOKERTO, Tunasnews.com — Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi (MBG).

Sebanyak 152 santri dan pelajar dari Pondok Pesantren Al-Hidayah serta Mahad An-Nur dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan demam setelah mengonsumsi menu soto ayam yang disuplai SPPG tersebut pada Jumat (9/1/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pemerintah daerah segera menarik sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan dengan melibatkan TNI, Dinas Kesehatan, serta kepolisian guna menelusuri penyebab kejadian dan mencegah insiden serupa terulang.

Komandan Kodim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Abi Suwandoyo saat wawancara (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎

Komandan Kodim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Abi Suwandoyo menegaskan bahwa aparat tidak akan segan mengambil langkah hukum apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG.

“Apabila terbukti terdapat kelalaian maupun unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya, Sabtu (10/1/2026).

Sementara itu, pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Seluruh biaya pengobatan ditanggung negara, dan posko kesehatan tetap disiagakan hingga seluruh korban dinyatakan pulih.

Hingga saat ini, proses pendalaman masih terus dilakukan, termasuk pemeriksaan makanan serta pengumpulan keterangan dari pihak-pihak terkait. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

(adm/tif)