Patung Macan di Mojokerto Viral, Terseret Fenomena Macan Putih Kediri

Patung macan yang berada didepan gang Desa Sumbertanggul (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎

MOJOKERTO, Tunasnews.com – Sebuah patung berbentuk macan yang berada di Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, mendadak viral di media sosial. Patung tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Facebook Seputar Mojokerto Official dan ditonton ratusan ribu kali serta menuai beragam komentar warganet.

Dalam video yang beredar, seorang pria yang dikenal sebagai Pak Ogah atau polisi cepek di sekitar lokasi menceritakan sejarah pembangunan patung tersebut. Ia mengaku terlibat langsung dalam proses pendirian patung macan yang dibangun pada tahun 2007.

“Patung ini dibangun tahun 2007, dan saya ikut dalam proses pembangunannya,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia menjelaskan, patung macan memiliki makna simbolis sebagai representasi pergerakan pemuda kampung pada masa itu. Menurutnya, simbol macan dipilih untuk menggambarkan keberanian dan kekuatan, dengan harapan mampu meredam kenakalan remaja serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif.

“Dulu banyak anak-anak yang sulit dikendalikan. Akhirnya dibuatlah patung macan ini sebagai simbol,” tambahnya.

Meski memiliki nilai historis dan filosofi tersendiri, bentuk patung macan tersebut justru memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian netizen menilai tampilannya unik dan mengundang kelucuan. Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun Facebook Lek So yang menulis, “Iku macan opo wedos?” (Itu macan atau kambing).

Patung Macan Mojokerto, Simbol Pemuda yang viral di media sosial (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Komentar tersebut memancing respons berantai, hingga kolom komentar dipenuhi candaan, meme, serta perbandingan dengan patung-patung lain yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

Fenomena viralnya patung macan di Mojokerto ini dinilai tak terlepas dari tren patung macan yang belakangan ramai diperbincangkan publik, khususnya setelah kemunculan Patung Macan Putih di Kota Kediri. Patung Macan Putih Kediri lebih dahulu menyita perhatian karena dianggap memiliki nilai historis yang kuat serta menjadi ikon kebanggaan masyarakat setempat.

Perbandingan pun tak terhindarkan. Jika Patung Macan Putih Kediri dipuji karena kesan gagah dan sarat filosofi, patung macan di Mojokerto justru mencuri perhatian karena bentuknya yang dinilai tidak lazim oleh sebagian warganet.

Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan bahwa nilai sebuah patung tidak semata-mata diukur dari segi estetika, melainkan juga dari latar belakang sejarah, pesan moral, serta niat baik yang melandasi pembuatannya.

(adm/tif)