
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Kondisi Jalan penghubung Kecamatan Mojosari–Ngoro, Kabupaten Mojokerto, yang menjadi jalur alternatif menuju Kabupaten Pasuruan, kian memprihatinkan. Kerusakan tampak hampir merata di sepanjang ruas jalan, mulai dari permukaan bergelombang, retakan memanjang, hingga lubang-lubang menganga yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas perekonomian, terutama bagi ribuan pekerja yang setiap hari menuju kawasan Ngoro Industrial Park (NIP). Setiap pagi dan sore, arus kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat padat melintas di jalur ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan, banyak pengendara terpaksa mengurangi kecepatan saat melintasi jalan rusak. Bahkan, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arus demi menghindari titik-titik kerusakan yang cukup parah. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk.

Kerusakan jalan yang belum kunjung diperbaiki juga berdampak langsung pada warga sekitar. Hal ini dirasakan Arif, pemilik bengkel sepeda motor yang berada tak jauh dari lokasi jalan rusak. Ia mengaku kerap menerima pelanggan dengan keluhan kerusakan kendaraan akibat kondisi jalan tersebut.
“Setiap hari pasti ada saja motor yang datang dengan keluhan velg peyang, shock bocor, atau ban cepat rusak. Rata-rata mengaku habis melintas di jalan ini,” ujar Arif saat ditemui di bengkelnya.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait. Jika dibiarkan berlarut-larut, ia menilai kondisi ini tidak hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini jalur penting bagi para pekerja pabrik. Kalau jalannya terus rusak, kasihan mereka. Berangkat kerja sudah lelah, pulang masih harus ekstra waspada,” tambahnya.
Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen agar kondisi jalan kembali layak dilalui dan tidak menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.
(adm/tif)
