Di Sekitar Jembatan Turi, Jalan Rusak Jadi Pemandangan Sehari-hari

Kondisi jalan rusak di sekitar Jembatan Turi yang masih dilintasi warga setiap hari (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎

MOJOKERTO, Tunasnews.com – Kerusakan infrastruktur di Dusun Turi, Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, tidak hanya terjadi pada Jembatan Turi yang menghubungkan Mojokerto–Sidoarjo. Jalan penghubung antarwilayah di sekitar jembatan tersebut juga mengalami kerusakan parah dan telah lama dikeluhkan warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi aspal jalan yang mengelupas, berlubang, dan ambles di sejumlah titik. Permukaan jalan yang tidak rata memaksa pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, untuk melintas dengan sangat hati-hati. Saat musim hujan, lubang-lubang tersebut kerap tertutup genangan air sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat kerja, mengangkut hasil pertanian, hingga jalur anak-anak menuju sekolah. Namun, kondisi jalan yang rusak seolah telah menjadi pemandangan biasa yang terpaksa diterima warga.

“Kalau lewat sini harus pelan. Sedikit lengah bisa jatuh. Sudah sering ada yang hampir celaka,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Jalan rusak di sekitar Jembatan Turi (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)‎‎

Menurut warga, kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan yang berarti. Tambalan aspal memang terlihat di beberapa titik, namun bersifat sementara dan kembali rusak dalam waktu singkat. Kondisi tersebut menambah daftar persoalan infrastruktur di sekitar Jembatan Turi yang selama puluhan tahun dinilai luput dari perhatian.

“Jembatannya rusak, jalannya juga rusak. Rasanya daerah sini seperti bukan bagian dari mana-mana,” keluh warga lainnya.

Warga berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada perbaikan jembatan semata, tetapi juga mencakup akses jalan penunjang yang memiliki fungsi vital bagi mobilitas masyarakat.

“Kalau jembatan dibangun tapi jalannya tetap begini, sama saja. Kami butuh perbaikan menyeluruh, bukan setengah-setengah,” tambahnya.

Hingga saat ini, warga masih menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah. Mereka berharap kerusakan jalan di sekitar Jembatan Turi segera ditangani secara serius sebelum memicu kecelakaan yang lebih fatal.

(adm/tif)