
Mojokerto, Tunasnews.com – Jalur Pacet–Cangar yang sebelumnya ditutup akibat ancaman longsor kembali dibuka secara terbatas. Pembukaan akses dilakukan dengan pengamanan ketat, mengingat potensi cuaca ekstrem dan pergerakan tanah masih mungkin terjadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menyatakan bahwa jalur wisata penghubung Mojokerto–Batu tersebut belum sepenuhnya aman.
“Jalur Pacet–Cangar mulai dibuka secara terbatas. Jika terjadi hujan lebat atau cuaca ekstrem, jalur akan ditutup kembali karena masih berisiko longsor, dan dibuka kembali bila kondisi membaik,” ujarnya.
Sejak pukul 06.43 WIB, tim gabungan dari UPT Tahura R. Soerjo, BPBD, Dinas Perhubungan, Polres Mojokerto, Polsek Pacet, dan Koramil melakukan penyisiran sepanjang rute. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada material yang membahayakan pengguna jalan.
Dalam proses tersebut, petugas menemukan beberapa ranting patah dan pohon kering tumbang ke badan jalan. Tim langsung melakukan pemotongan dan evakuasi material ke tepi jalur.
Kapolsek Pacet, Iptu Mohammad Khoirul Umam, menyebut kegiatan mitigasi penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Mitigasi ini untuk memastikan pembukaan jalur Pacet–Cangar secara terbatas dapat dilakukan dengan aman dan terkendali,” tegasnya.
Pembukaan akses jalan disambut positif oleh warga dan pelaku usaha di sepanjang jalur. Salah satunya, Siti (54), pemilik warung di kawasan Sendi. Menurutnya, penutupan jalan sangat memengaruhi pendapatan pedagang.
“Senang karena jalurnya dibuka lagi. Kalau ditutup, warung ikut sepi,” tuturnya.
Meski begitu, Siti berharap kejadian longsor tidak kembali terjadi.
“Semoga tidak ada longsor lagi, dampaknya banyak dirasakan. Pedagang sepi, pengendara juga bahaya, dan polisi serta petugas yang membersihkan juga kasihan,” ujarnya.
Saat ini, akses Pacet–Cangar kembali dapat dilalui. Namun, pemerintah daerah mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca tidak bersahabat. Jalur tersebut masih menjadi nadi ekonomi kawasan sekaligus akses menuju destinasi wisata alam, tetapi ancaman geologi tetap perlu diantisipasi.
(adm/tif)
