
MOJOKERTO, Tunasnews.com — Jalur alternatif Pacet–Cangar di Kabupaten Mojokerto ditutup sementara pada Senin (24/11/2025) setelah terjadi tanah longsor di kawasan Sendi, Pacet Selatan. Longsor terjadi pada tebing setinggi sekitar 40 meter yang mengakibatkan material tanah menutup badan jalan selebar kurang lebih 25 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengatakan bahwa material longsor menutup total akses jalan sehingga petugas belum dapat mengerahkan alat berat ke lokasi.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akses resmi dari Bundaran Pacet menuju Cangar ditutup hingga kondisi dinyatakan aman.
“Jalur Pacet–Cangar ditutup sementara sampai jalur bisa dilewati dan situasi benar-benar aman,” ujar Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Yogie Pratama.
Peristiwa longsor di rute Pacet–Cangar bukan kali pertama terjadi. Pada 3 April 2025, longsor besar juga menerjang kawasan yang sama, menimbun sekitar 50 meter jalan dengan material lumpur, batu, dan pepohonan. Dua kendaraan—sebuah pikap putih dan minibus—terseret ke jurang dalam kejadian tersebut, menyebabkan 10 orang meninggal dunia.
Pemerintah daerah melalui Dinas PU dan BPBD kala itu bergerak cepat melakukan pembersihan, dimulai secara manual sebelum alat berat diterjunkan. Upaya mitigasi jangka panjang kemudian direncanakan, seperti pemasangan bronjong, reboisasi, serta penguatan sistem peringatan dini (EWS).

Setelah 20 hari penutupan, jalur Pacet–Cangar kembali dibuka pada 23 April 2025 dengan pembatasan waktu operasional, yakni hanya boleh dilintasi pukul 05.00–18.00 WIB. Jalur juga akan kembali ditutup sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca ekstrem.
Gubernur Jawa Timur mengingatkan bahwa potensi longsor masih tinggi mengingat intensitas hujan dapat memperberat massa tanah dan memicu pergerakan lereng.
Selama proses pemulihan, polisi mengimbau masyarakat, khususnya pengendara dan wisatawan, untuk menggunakan jalur alternatif. “Untuk sementara jalur tidak bisa dilewati karena tertutup material tanah dan pohon,” jelas Bripka Mujianto dari Polres Batu.
(adm/tif)
