
MOJOKERTO, Tunasnews.com – Jembatan penghubung antara Dusun Sumber Kembar dan Dusun Wonokerto di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, roboh pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ambruknya jembatan ini membuat akses lalu lintas warga terputus total.
Sri Rahayu, warga Dusun Wonokerto, menjadi saksi mata runtuhnya jembatan. Ia mengungkapkan bahwa jembatan tersebut memang memiliki riwayat kerusakan sebelumnya.
“Sekitar dua tahun lalu tanggulnya pernah rusak, tetapi sudah pernah diperbaiki,” ujarnya.
Sri menceritakan bahwa sebelum jembatan roboh, ia sempat melihat tiga anak sedang bermain di atas jembatan saat hujan lebat turun. Suaminya kemudian berteriak memperingatkan mereka agar menjauh.
“Untung suami saya meneriaki mereka. Setelah itu, anak-anak langsung pergi dari jembatan,” katanya.
Beberapa menit setelah anak-anak tersebut menjauh, jembatan mendadak ambruk.
“Selang berapa menit jembatan langsung roboh,” tambahnya. Sri mengaku panik melihat kondisi tersebut.
“Pas roboh itu saya sempat panik, karena khawatir air menggerus tanah di bawah rumah saya,” jelasnya.

Sri berharap pemerintah segera melakukan perbaikan karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama antar dusun.
“Harapan saya segera diperbaiki, karena ini satu-satunya akses warga Dusun Sumber Kembar ke Dusun Wonokerto dan sebaliknya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa banyak warga, termasuk pelajar SMPN 2 Kutorejo, sangat bergantung pada jembatan tersebut. Jika putus, warga harus memutar cukup jauh.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, membenarkan bahwa kondisi jembatan sudah mengalami pengikisan sebelum kejadian.
“Arus sungai meningkat cukup signifikan, sementara kondisi jembatan sebelumnya memang sudah tergerus. Akibatnya jembatan putus,” ujarnya.
Hingga kini, akses kedua dusun masih lumpuh total dan menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
(adm/tif)
