Limbah Misterius di Mojokerto Diduga B3, Warga Curiga Dibuang Tengah Malam

Limbah Misterius di Mojokerto Diduga B3, Warga Curiga Dibuang Tengah Malam

MOJOKERTO, Tunasnews.com – Tumpukan karung berisi limbah yang diduga mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan di lahan terbuka di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Keberadaan limbah tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga, lantaran muncul tanpa diketahui asal-usulnya.

Foto 1 : Garis PPLH terpasang di lokasi tumpukan limbah yang diduga B3 di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Dedi (38), warga Dusun Gading, Desa Ngrame—desa yang berdekatan dengan lokasi pembuangan—mengaku sudah lama melihat karung-karung itu berserakan.

“Sudah sekitar satu tahun ada tumpukan itu,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Dedi, ia pertama kali mengetahui keberadaan limbah tersebut saat sedang memancing di sekitar lokasi.

“Tahu saya ya pas waktu mancing di sungai kecil dekat situ,” tuturnya.

Ia menduga limbah itu dibuang secara diam-diam.
“Yang pasti tidak siang, kemungkinan waktu malam hari,” katanya.

Meski belum menimbulkan dampak langsung, Dedi menyebut warga akan bertindak jika nantinya limbah tersebut terbukti mencemari lingkungan.
“Sampai saat ini belum ada dampaknya, tapi kalau sudah ada dampak, saya akan bertindak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, membenarkan adanya temuan tersebut.

“Benar, tim DLH sudah turun ke lokasi. Kami juga melibatkan Satpol PP untuk mendatangi area pembuangan limbah itu,” ungkapnya.

Dari hasil pengecekan awal, kata Rachmat, material tersebut diduga kuat merupakan limbah B3 jenis abu aluminium yang berasal dari wilayah Jombang.

“Makanya tadi juga kami tutup dengan terpal agar bau yang ditimbulkan tidak menyebar ke permukiman warga. Dugaan ini limbah B3, jadi cukup berbahaya jika terhirup manusia,” jelasnya.

Foto 2 : Tumpukan karung yang ditutup terpal biru tampak di lahan terbuka Desa Bangun, Mojokerto. (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Rachmat menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi lintas instansi guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Senin nanti kita koordinasikan untuk penanganan lanjutan. Dugaan awal, limbah-limbah ini dibuang saat malam hari karena lokasinya jauh dari jalan raya,” pungkasnya.

Hingga kini, pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan limbah misterius tersebut belum diketahui. DLH Kabupaten Mojokerto menegaskan akan menelusuri asal usulnya untuk memastikan penegakan hukum lingkungan dapat berjalan sesuai ketentuan.

(Adm,tif)