
MOJOKERTO — Seorang jamaah asal Surabaya menjadi korban pencurian telepon genggam saat beristirahat di teras Masjid Al-Hasyimi, Dusun Mergelo, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Peristiwa itu terjadi usai salat Isya, ketika suasana masjid mulai sepi.
Korban bernama Jainuri, mengaku kehilangan ponselnya saat tertidur selama beberapa menit.
“Sehabis salat Isya saya berbaring di teras masjid. Tidur tidak lama, mungkin sekitar lima menit. HP saya taruh di dada, tapi saat bangun sudah hilang,” ujar Jainuri saat ditemui, Selasa (28/10).
Merasa curiga, korban kemudian melapor kepada marbot masjid dan bersama-sama memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hasilnya, dugaan korban terbukti.
“Setelah rekaman CCTV dibuka, ternyata benar ada orang yang mengambil HP saya,” ucapnya kecewa. “Saya belum melapor ke polisi, tapi marbot bilang sudah beberapa kali terjadi kehilangan di tempat ini.”

Dari hasil rekaman, pelaku diketahui berbadan gemuk, mengenakan jaket abu-abu, celana pendek hitam, dan helm merah. Ia terekam mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 2933 FR.
Kasus pencurian di lingkungan rumah ibadah ini menambah daftar panjang kejadian serupa di wilayah Kota Mojokerto. Warga berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti dan meningkatkan patroli, terutama di area tempat ibadah yang rawan kejahatan.
“Masjid seharusnya menjadi tempat paling aman, bukan malah jadi incaran pencuri,” ujar salah satu jamaah lain yang enggan disebut namanya.(Adm/tif)
