Tugu Onde-Onde, Simbol Manis yang Menjaga Identitas Kota Mojokerto

Tugu Onde-Onde, Simbol Manis yang Menjaga Identitas Kota Mojokerto

Tugu Onde-Onde masih terpampang gagah di persimpangan Jalan Majapahit. (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

MOJOKERTO, Tunasnews.com — Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Kota Mojokerto, sebuah monumen khas masih berdiri megah, mencuri perhatian siapa pun yang melintas.
Dialah Tugu Onde-Onde, ikon kebanggaan yang terpampang gagah di simpang strategis Jalan Majapahit.

Monumen berbentuk onde-onde raksasa ini bukan sekadar hiasan kota. Ia adalah simbol identitas dan kebanggaan warga Mojokerto — kota yang dikenal luas dengan julukan “Kota Onde-Onde.”

Ornamen berwarna kuning keemasan dengan tekstur biji wijen di permukaannya menggambarkan kekayaan budaya dan cita rasa kuliner lokal yang telah melegenda. Meski beberapa bagian warnanya mulai pudar, pesona tugu ini tetap memancarkan kebanggaan khas Mojokerto.

Tugu Onde-Onde diresmikan pada tahun 2017, dan sejak itu menjadi titik ikonik bagi siapa pun yang datang ke kota ini. Di sekelilingnya, denyut kehidupan kota berpadu antara modernitas dan tradisi — kendaraan lalu-lalang, pedagang kaki lima yang menjajakan makanan, serta suasana perkotaan yang hidup dari pagi hingga malam hari.

Tugu Onde-Onde, ikon khas Kota Mojokerto yang menjadi simbol kebanggaan warga. (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Meski telah bertahun-tahun berdiri, tugu ini tetap terawat dan kokoh. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa Mojokerto bukan sekadar kota transit, melainkan kota dengan sejarah besar dan cita rasa manis yang tak lekang oleh waktu.

Tugu Onde-Onde bukan hanya monumen fisik, melainkan lambang kebersamaan, sejarah, dan rasa bangga warga Mojokerto terhadap warisan budayanya sendiri.