Usai Dihantam Badai, Mojokerto Diselimuti Langit Senja yang Indah


MOJOKERTO, Tunasnews.com — Hujan deras disertai angin kencang baru saja berlalu dari langit Mojokerto, Rabu (8/10/2025) sore. Sejak siang, langit sudah tampak murung. Awan gelap menggantung rendah di atas kota, memberi pertanda datangnya cuaca ekstrem. Tak lama kemudian, hujan deras mengguyur, disertai tiupan angin yang begitu kencang hingga membuat pepohonan di tepi jalan bergoyang hebat.

Beberapa warga tampak bergegas menepi, mencari tempat berlindung dari terpaan angin dan air. Di sejumlah titik, ranting pohon patah dan jatuh menutupi sebagian badan jalan. Lalu lintas sempat tersendat, terutama di kawasan padat seperti Jalan Gajah Mada dan sekitar Alun-Alun Mojokerto. Suasana kota yang biasanya ramai mendadak sunyi, hanya terdengar gemuruh hujan yang mengguyur keras atap-atap rumah.

Namun sekitar pukul 17.00 WIB, keajaiban kecil terjadi. Rintik hujan perlahan berhenti. Angin yang tadi berteriak kini berubah menjadi sepoi lembut. Dari balik awan kelabu yang mulai menyingkir, sinar matahari sore muncul malu-malu, lalu perlahan memantulkan cahaya keemasan di langit barat. Dalam waktu singkat, warna jingga, merah muda, dan emas berpadu indah di cakrawala.

Langit Mojokerto sore itu berubah menjadi lukisan alam yang sulit dilupakan. Permukaan jalan yang masih basah memantulkan cahaya senja, menciptakan pemandangan menakjubkan. Beberapa warga yang tadinya berdiam di dalam rumah keluar untuk menikmati suasana. Ada yang mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel, ada pula yang sekadar berdiri di depan rumah sambil menatap langit yang kini begitu damai.

Di tengah keindahan senja, petugas dari BPBD dan dinas terkait masih disiagakan di sejumlah titik. Mereka bekerja cepat membersihkan sisa-sisa pohon tumbang, memastikan arus lalu lintas kembali lancar dan aman. Di beberapa lokasi, warga turut membantu menggeser ranting besar yang menghalangi jalan. Semangat gotong royong sore itu menjadi pemandangan yang menghangatkan, selaras dengan suasana langit yang mulai bersih.

Sore itu, Mojokerto seperti menarik napas panjang setelah badai. Langit yang tenang dan berwarna keemasan seolah menjadi tanda bahwa semua akan baik-baik saja. Bagi banyak warga, senja hari itu bukan sekadar pemandangan indah — tapi juga simbol ketenangan setelah ketakutan. Bahwa setelah setiap badai, selalu ada cahaya yang menunggu untuk datang kembali.