Deru Mesin Berakhir di Jurang: Kisah Pilu di Balik Kecelakaan Cangar–Pacet

Mojokerto, Tunasnews.com – Suara deru mesin yang biasanya ramai di jalur wisata Cangar–Pacet sore itu mendadak berubah menjadi jerit panik. Di bawah kabut tipis yang menggantung di kawasan pegunungan, sebuah Toyota Innova berwarna perak ditemukan terbalik di dasar jurang, sekitar 40 meter di bawah jalur penyelamat Rest Area Sendi 1, Dusun Pacet Selatan.

Asap tipis masih mengepul dari bodi mobil yang ringsek. Di atas tebing, warga dan relawan berlari-lari menuruni jalan curam dengan tali tambang di tangan. “Cepat! Ada korban masih bergerak!” teriak seorang relawan.

Di antara mereka, HI (35), warga setempat, masih terguncang. Ia menjadi saksi mata ketika mobil itu meluncur deras tanpa kendali.

“Saya dengar bunyi rem gesek, terus mobil oleng ke kiri, nabrak tebing, lalu jungkir balik. Waktu itu cuma bisa istighfar,” ujarnya dengan napas tersengal.

Beberapa warga segera turun membawa tandu seadanya, sebagian lain menyalakan senter untuk membantu petugas yang datang belakangan. Jalan menurun yang licin membuat proses evakuasi berlangsung sulit.

Tak lama, petugas Satlantas Polres Mojokerto dan relawan PMI tiba di lokasi. Mereka bergerak cepat mengevakuasi tujuh penumpang dari dasar jurang.

“Kami prioritaskan korban hidup dulu. Dua dinyatakan meninggal dunia di lokasi, lima lainnya dibawa ke rumah sakit,” ujar AKP Muhammad Yogie Pratama, Kasatlantas Polres Mojokerto, yang memimpin langsung proses penyelamatan.

Di tengah hiruk-pikuk evakuasi, suara tangis keluarga korban yang datang ke lokasi pecah di antara kabut. Beberapa relawan berusaha menenangkan mereka.

Cangar–Pacet memang dikenal sebagai jalur indah yang menantang. Tikungan tajam dan turunan panjang menjadi tantangan bagi setiap pengemudi yang melintas. Di sisi lain, keindahan panorama pegunungan sering membuat pengendara lengah, padahal medan itu menyimpan bahaya besar.

Sore itu, keindahan itu berubah menjadi duka. Jalan yang biasanya dipenuhi wisatawan berubah menjadi jalur duka, menyisakan bangkai mobil di dasar jurang dan jejak ban yang berakhir tragis.

Kini, garis polisi membentang di lokasi kejadian. Warga masih berdiri di pinggir tebing, menatap ke bawah dengan wajah muram.

“Cangar bukan sekadar tempat wisata,” kata seorang relawan pelan. “Kadang, di sini juga kita belajar betapa rapuhnya hidup.”

(tif)