Mengukir Batu, Merajut Mimpi: Perjalanan Zainal Bawa Patung Mojokerto ke Dunia

Proses pemahatan patung Buddha (Achmad Latifullah/Tunasnews.com)

Mojokerto, Tunasnews.com – Dari sebuah desa kecil di Trowulan, Mojokerto, karya seni patung hasil tangan terampil Zainal (44) kini berdiri megah hingga ke mancanegara. Usaha yang awalnya hanya melayani warga lokal, perlahan berkembang menjadi bisnis ekspor yang menembus lebih dari 10 negara.

Zainal, warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, mendirikan usaha Jawa Sculpture pada 2009. Kala itu, penjualannya masih terbatas untuk pasar lokal. Namun, ia tidak berhenti berinovasi. Pada 2012, Zainal mulai memanfaatkan blog untuk memasarkan karyanya ke luar negeri.

“Awalnya saya coba unggah foto patung ke blog, ternyata banyak yang tertarik. Dari situ saya dapat order pertama, satu truk penuh untuk Australia,” kenangnya, Selasa (23/9/2025).

Sejak itu, usaha Zainal terus berkembang. Harga patung yang dijualnya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, dengan lebih dari seribu model desain. Mulai dari patung dewa-dewi, tokoh pewayangan, hingga model modern sesuai permintaan klien.

“Alhamdulillah, sekarang pesanan sudah sampai ke lebih dari 10 negara,” ujarnya.

Di balik kesuksesan itu, tersimpan kerja keras para pengrajin yang dengan telaten mengolah batu menjadi karya seni bernilai tinggi. Prosesnya dimulai dari sketsa, lalu diukir detail hingga setiap lekukan, ekspresi, dan ornamen terlihat hidup. Keunikan teknik turun-temurun inilah yang membuat patung asal Mojokerto diminati di dalam maupun luar negeri.

Zainal berharap generasi muda Mojokerto tidak melupakan warisan seni ini. “Saya ingin anak muda mau belajar membuat patung. Sayang kalau tidak ada penerusnya, padahal prospeknya bagus sekali,” tuturnya.

(Reporter: TIF | Editor: —)