Ming. Apr 5th, 2020

tunasnews.com

Tajam,Kredibel dan Berimbang

Tutup Layanan Streaming Film Usai ‘Diancam’ Kominfo, #Indoxxi Jadi Trending Topic

2 min read

Foto Istimewa

TunasNews – Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) sempat menyatakan akan fokus untuk memberantas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada tahun 2020. Termasuk terkait keberadaan film bajakan di situs web streaming dan situs torrent di situs yang paling populer saat ini IndoXXI.

Merespon pernyataan tersebut, situs streaming film IndoXXI menyampaikan pengumuman langsung yang menyatakan bahwa pada awal tahun 2020 nanti, pihaknya tak lagi menayangkan film di website mereka demi mendukung industri kreatif.

“Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depannya akan menjadi lebih baik,” tulis IndoXXI pada situsnya.

Tentu saja keputusan situs yang tergolong besar tersebut mendapatkan perhatian dari masyarakat terutama penghuni dunia maya. Tak sedikit yang merasa sedih dan kehilangan karena situs streaming tersebut menutup layanannya. Tak sampai di situ, warganet pun menggaungkan tagar #indoxxi hingga berada di puncak trending topic Indonesia pada Selasa (24/12) pagi dengan lebih dari 3 ribu cuitan.

Sebelumnya, Menkominfo turut buka suara terkait rencana untuk melenyapkan situs layanan streaming ilegal tersebut. “Jangan sampai kebiasaan bajak dibiarkan,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (23/12). “Kalau IndoXXI, dan lainnya (situ film bajakan lain) jadi legal, siap nggak? Nanti yang punya haknya marah. Film dibajak, yang lain juga.”

Sementara itu, untuk melakukan pemblokiran situs-situs pembajakan tersebut, Kemenkominfo akan menggandeng Polri dan BSSN. Pasalnya, pihaknya butuh kepastian apakah situs yang ditarget melanggar hukum atau tidak.

“Tidak bisa seenaknya blokir-memblokir. Harus dilihat dulu apakah benar situs itu melakukan pembajakan,” pungkasnya. “Memutuskan hal itu, Kominfo tidak bisa sendiri, kita akan kerja sama dengan kementerian atau lembaga lain seperti Kepolisian, BSSN untuk memastikan apakah situs itu melanggar hukum atau tidak.”

 

 

 

 

Sumber: Wowkeren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.