Sab. Mar 28th, 2020

tunasnews.com

Tajam,Kredibel dan Berimbang

Jiwasraya Tekor Dan Disamakan Dengan Bank Century, 2 Hal Ini Diduga Jadi Penyebab

2 min read

Foto Istimewa

TunasNews – Asuransi pelat merah Jiwasraya tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya Jiwasraya baru saja “menyerah” dan tak bisa membayar premi nasabahnya usai terlilit defisit hingga Rp32 triliun.

Kasus ini pun dianggap darurat dan langsung masuk dalam prioritas Kejaksaan Agung. Disampaikan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, pihaknya telah melakukan penyelidikan mendalam dan menduga ada dua penyebab mengapa Jiwasraya sampai bisa terlilit defisit sedemikian besar.

Yang pertama adalah karena tindak pidana korupsi, seperti yang sempat disampaikan Komisi VI DPR RI. Kekinian terungkap bahwa Jiwasraya telah salah melakukan investasi dana nasabah.

Jiwasraya disebut melanggar prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi. Alhasil mereka menanamkan modal di aset finansial dengan risiko tinggi demi mengejar keuntungan. Mirisnya lagi, sebanyak 95 persen dana tersebut dikelola oleh manajer investasi berkinerja buruk.

“Dari jumlah tersebut (Rp5,7 triliun), dua persen dikelola oleh Manajer Investasi Indonesia dengan kinerja baik dan sebanyak 95 persen dikelola oleh MI dengan kinerja buruk,” ungkap Burhanuddin, Rabu (18/12). “Hal itu perkiraan awal dan diduga ini akan lebih dari itu.”

Kejagung pun mengaku siap menjalankan rekomendasi DPR untuk mencekal direksi lama Jiwasraya bila terbukti melakukan tindak korupsi. “Kami buru, kami tangkap. Masa kita diamkan,” tegas Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman, dilansir CNBC Indonesia.

Kekinian Kejagung telah membentuk sebuah tim beranggotakan 16 orang. Mereka akan bekerja sama dengan 89 saksi yang dianggap berkompeten demi mengusut tuntas kasus.

Menanggapi skandal tersebut, Pengamat Perasuransian, Hotbonar Sinaga, menyebut skandal Jiwasraya selayaknya kasus Bank Century. Hanya saja ia berharap pemerintah tak mengambil langkah dengan mem-bailout alias mengucurkan APBN untuk menyelamatkan Jiwasraya seperti Bank Century dahulu.

“APBN kita defisit, tidak mungkin di-bailout,” ujar Hotbonar. “Kalau memberikan PMN (Penyertaan Modal Negara) sama saja dengan menggarami air laut.”

 

 

 

 

Sumber: Wowkeren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.