Ming. Apr 5th, 2020

tunasnews.com

Tajam,Kredibel dan Berimbang

PT KAI Bakal Dirombak Menteri BUMN Erick Thohir

2 min read

Foto Istimewa

TunasNews – Belum lama menjabat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjukkan gebrakan besar-besaran. Mulai dari perombakan direksi sejumlah perusahaan BUMN hingga penetapan aturan-aturan baru.

Usai merombak seluruh eselon I Kementerian BUMN, Erick kini tengah bersiap merombak jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam waktu dekat. Perombakan direksi ini dilakukan untuk mendorong kinerja perusahaan.

Rencana perombakan ini disampaikan langsung oleh Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga. “Ada pergantian direksi KAI. Tidak banyak, tidak mengurangi dan menambah,” tutur Arya pada Senin (16/12).

Menurut Arya, perubahan posisi ini akan menyesuaikan latar belakang masing-masing direksi. Dengan begitu, operasional bisnis bisa lebih optimal ke depannya. “Jadi penempatan baru saja, menempatkan orang pada posisi yang benar,” ujar Arya.

Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa perubahan ini akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci kapan RUPSLB KAI akan dilaksanakan. “Secepatnya, ngapain lama-lama,” jawab Arya singkat.

Sebelumnya, Erick telah melakukan langkah “bersih-bersih” dengan menyapu jajaran eselon I di kementeriannya. Para deputi di kementerian pun dialihkan ke perusahaan-perusahaan BUMN.

Selain itu, Erick mengaku berencana menggabungkan sejumlah perusahaan dan menutup perusahaan pelat merah yang berkinerja negatif. Hal ini dilakukan demi memperbaiki bisnis inti perusahaan BUMN.

“Jumlah BUMN terlalu banyak, harus dikurangi,” jelas Erick di Jakarta, Rabu (4/12). “Harus diperbaiki bisnis intinya, harus dimerger atau ditutup, tidak bisa berdiri sendiri semua karena terlalu banyak.”

Rencana Erick untuk merampingkan perusahaan BUMN pun ditanggapi oleh Pengamat Bisnis sekaligus Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Chris Kanter. Ia menilai rencana Erick Thohir tersebut tidak akan bisa dilakukan sama rata.

“Itu tidak bisa kita generalisir, karena macam-macam (bidang usaha dan perannya),” ujar Chris dalam diskusi Populi Center dan Smart FM Network bertajuk “Garuda dan Momentum Pembenahan BUMN” di Kedai Sirih Merah, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12). “Ada dia yang sangat berfungsi dan harus ada (untuk menopang induk usaha BUMN nya).”

 

 

 

 

Sumber: Wowkeren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.